Selasa, 08 Maret 2011

ASKEP BPH

TINJAUAN KASUS
I. PENGKAJIAN
Waktu : 2 April 2002
Tempat : Ruang Bedah D Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo.
1. IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. Agus
Umur : 66 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Agama : Islam
Pekerjaan : Wiraswasta
Pendidikan : SD
Alamat : Tambak Segaran Wetan Gang Buntu No. 32 Surabaya.
Tanggal MRS : 1 April 2002 jam 10.30 WIB.
Cara Masuk : Lewat Poliklinik RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Diagnosa Medis : Benigne Prostat Hyperplasia Grade IV
Alasan Dirawat : Akan dioperasi/tidak dapat buang air kecil
Keluhan Utama : Sulit buang air kecil
Upaya yang telah dilakukan : Tanggal 18 Maret Dibawa ke IRD Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo Surabaya
Terapi/operasi yang pernah dilakukan : Dipasang Dower Kateter
2. RIWAYAT KEPERAWATAN (NURSING HISTORY)
1) Riwayat Penyakit Sekarang
Karena tidak dapat buang air kecil kemudian dipasang Dower Catheter Tanggal 18 Maret 2002 (dua minggu sebelum MRS) sampai sekarang menunggu rencana operasi tanggal 8 April 2002.
2) Riwayat Penyakit Dahulu
Dahulu pernah menderita asthma bronchiale, serangan terakhir +
1 tahun yang lalu. Sejak +
1 tahun yang lalu keluar benjolan di lipatan paha kanan dan kiri. Sebelah kanan lebih besar, terutama bila mengejan, tetapi masih bisa keluar-masuk. Tanggal 18 Maret 2002 (dua minggu sebelum MRS) Klien datang ke IRD dengan keluhan tidak bisa buang air kecil, kemudian di sana dipasang Dower Catheter sampai sekarang.
3) Riwayat Kesehatan Keluarga
Klien mengatakan bahwa tidak ada keluarganya yang mengalami penyakit seperti yang dideritanya sekarang ini4) Keadaan Kesehatan LingkunganKlien mengatakan bahwa Lingkungan rumah tempat tinggal cukup bersih5) Riwayat Kesehatan LainnyaAlat bantu yang dipakai → Lensa kontak
3. OBSERVASI DAN PEMERIKSAAN FISIK
1) Keadaan Umum baik
2) Tanda-tanda vital
Suhu : 36,8 0C
Nadi : 120 X/menit. Kuat dan teratur
Tekanan darah : 140/80 mmHg.
Respirasi : 20 x/menit
3) Body Systems
(1) Pernafasan (B 1 : Breathing)
Frekuensi 20 x/menit, Irama teratur, tidak terlihat gerakan cuping hidung, tidak terlihat Cyanosis, tidak terlihat keringat pada dahi, hasil thorax foto KP dengan curiga multipel bulla paru kanan serta efusi pleura kanan/minimal
(2) Cardiovascular (B 2 : Bleeding)
Nadi 120 X/menit kuat dan teratur, tekanan darah 140/80 mmHg, Suhu 36,8 0C, perfusi hangat. Cor S1 S2 tunggal reguler, ekstra sistole/murmur tidak adaHasil ECG : RBBB → tapi tidak perlu terapi
(3) Persyarafan (B 3 : Brain)
Tingkat kesadaran (GCS) Membuka mata : Spontan (4)
Verbal : Orientasi baik (5)
Motorik : Menurut perintah (6)
Compos Mentis : Pasien sadar baik
(4) Perkemihan-Eliminasi Uri (B.4 : Bladder)Terpasang polly kateter, Jumlah urine 1200 cc/24 jam, warna urine kuning pekat, kateter tidak terawat, Kateter belum diganti sejak 14 hari yang lalu,Genital Hygiene cukup bersih.Hasil BOF :Tak tampak batu radiopague sepanjang tractus urinarius, terdapat pembesaran prostat ±7 cm
(5) Perkemihan-Eliminasi Alvi (B 5 : Bowel)Peristaltik normal, tidak kembung, tidak terdapat obstipasi maupun diare, klien buang air besar 1 X/hari
(6) Tulang-Otot-Integumen (B 6 : Bone)Tidak terdapat kontraktur maupun dikubitusHasil BOF : Spondilitis lumbalis dan skoliosis ringan vertebra lumbalis.
Pola aktivitas sehari-hari
(1) Pola Persepsi Dan Tata Laksana Hidup Sehatan
Klien jarang menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan, kecuali bila sangat terpaksa Klien terbiasa meminum jamu-jamuan dan obat-obat tradisional.
(2) Pola Nutrisi dan Metabolisme
Klien dirumah biasa makan 3 X/hari dengan lauk yang cukup.Klien tidak alergi makanan tertentu. Saat ini klien selalu menghabiskan porsi makanan yang diberikan dan minum air putih sekitar 2 – 3 liter perhari.
(3) Pola Eliminasi
Klien buang air besar 1 X/hari. Klien buang air kecil saat ini dengan menggunakan polly kateter, Jumlah urine 1200 cc/24 jam, warna urine kuning pekat.
(4) Pola Aktivitas dan latihan
Klien biasanya bekerja diluar rumah, tapi saat ini klien hanya beristirahat di Rumah Sakit sambil menunggu rencana operasi.
(5) Pola tidur.dan Istirahat
Klien kurang tidur baik pada waktu siang maupun malam hari. Klien tampak terganggu dengan kondisi ruang perawatan yang ramai.
(6) Pola Kognitif dan Persepual
Klien mampu melihat dan mendengar dengan baik, klien tidak mengalami disorientasi.
(7) Pola Persepsi Dan Konsep Diri
Klien mengalami cemas karena Kurangnya pengetahuan tentang sifat penyakit, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan.
(8) Pola Hubungan dan Peran
Hubungan dengan keluarga, teman kerja maupun masyarakat di sekitar tempat tinggalnya biasa sangat baik dan akrab.
(9) Pola Reproduksi Seksual
Selama terpasang Dower Cateter Klien tidak dapat melakukan hubungan seksual seperti biasanya.
(10)Pola Penanggulangan Stress
Klien merasa sedikit stress menghadapi tindakan operasi. karena kurangnya pengetahuan tentang Type pembedahan dan Jenis anesthesi.
(11)Pola Tata Nilai dan Kepercayaan
Terpasangnya kateter memerlukan adaptasi klien dalam menjalankan ibadahnya.(12)Personal HigieneKebiasaan di rumah klien mandi 2 X/hari, gosok gigi 2 X/hari, dan cuci rambut 1 X/minggu.
(13)Ketergantungan
Klien tidak perokok, tidak minum-minuman yang mengandung alkohol.
#Aspek PsikologisKlien terkesan takut akan penyakitnya, merasa terasing dan sedikit stress menghadapi tindakan operasi.
#Aspek Sosial/Interaksi
Hubungan dengan keluarga, teman kerja maupun masyarakat di sekitar tempat tinggalnya biasa sangat baik dan akrab. Saat ini klien terputus dengan dunia luar, kehilangan pencari nafkah (bagi keluarganya), biaya mahal.
#Aspek Spiritual
Klien dan keluarganya sejak kecil memeluk agama islam, ajaran agama dijalankan setiap saat. Klien sangat aktif menjalankan ibadah sholat 5 waktu sehari dan aktif mengikuti kegiatan agama yang diselenggarakan oleh masjid di sekitar rumah tempat tinggalnya maupun oleh masyarakat setempat.Saat ini klien merasa tergangguan pemenuhan kebutuhan spiritualnya
4. DIAGNOSTIC TEST
LaboratoriunHb : 15,3 mg/dl (>13,4 mg/dl)
Leukosit : 12.000
BSN : 98 mg/dl (< 140 mg/dl)
2 jam pp : 200
BUN : 21 mg/dl (10 – 20)
Serum Creatinin : 0,7 mg/dl (0,6 – 1,3)
Kalium : 4 mmol/l (3,5 – 5,2 mmol/l)
Natrium : 140 mmol/l (135 – 146 mmol/l)
Albumin : 3,4 gr/dl (3,2 – 3,5 gr/dl)
SGOT : 21 U/L
SGPT : 12 U/L
Bilirubin Direk : 0,14
Bilirubin Total : 0,32
5. ANALISA DAN SINTESA DATA
DATA ETIOLOGI MASALAH
S : Klien mengatakan sedikit stress menghadapi tindakan operasiKlien mengatakan kurang tidur baik pada waktu siang maupun malam hari.Klien tampak terganggu tegang dan gelisah dengan kondisi ruang perawatan yang ramai
O : Tensi 140/80 mmHgNadi = 120 X/mt. rencana pembedahan dan kehilangan status kesehatan Kecemasan
S : Pasien menyatakan belum memahami tentang sifat penyakit, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan.
O : Pasien bertanya-tanya tentang sifat penyakit, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan. kurangnya informasi yang akurat pada klien Kurangnya pengetahuan tentang sifat penyakit, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan.
S : Klien mengatakan sudah dua minggu dipasang Dower Kateter
O : Terdapat Kateter yang tersambung dengan urinebag. pemasangan Dower Cateter yang lama. Resiko tinggi terhadap Infeksi Saluran Kencing.

II.DIAGNOSA KEPERAWATAN (Berdasarkan Prioritas)
1. Kecemasan berhubungan dengan rencana pembedahan dan kehilangan status kesehatan ditandai dengan
S : Klien mengatakan sedikit stress menghadapi tindakan operasiKlien mengatakan kurang tidur baik pada waktu siang maupun malam hari.Klien tampak terganggu tegang dan gelisah dengan kondisi ruang perawatan yang ramai
O : Tensi 140/80 mmHgNadi = 120 X/mt.
2. Kurangnya pengetahuan tentang sifat penyakit, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan berhubungan dengan kurangnya informasi yang akurat pada klien ditandai dengan
S : Pasien menyatakan belum memahami tentang sifat penyakit, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan.
O : Pasien bertanya-tanya tentang sifat penyakit, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan.
3. Resiko tinggi terhadap Infeksi Saluran Kencing.berhubungan dengan pemasangan Dower Cateter yang lama ditandai dengan :
S : Klien mengatakan sudah dua minggu dipasang Dower Kateter.
O : Terdapat Kateter yang tersambung dengan urinebag.

III. PERENCANAAN TINDAKAN PERAWATAN
TGL.
DIAGNOSA KEPERAWATAN/DATA PENUNJANG TUJUAN DAN HASIL YANG DIHARAPKAN RENCANA TINDAKAN RASIONAL NAMA PERAWAT / MAHASISWA
Kecemasan berhubungan dengan rencana pembedahan dan kehilangan status kesehatan

.Data Penunjang :
- Ds: Klien mengatakan sedikit stress menghadapi tindakan operasi. Klien mengatakan kurang tidur baik pada waktu siang maupun malam hari. Klien tampak terganggu tegang dan gelisah dengan kondisi ruang perawatan yang ramai- Tensi 140/80 mmHg- Nadi = 120 X/mt Tujuan :Rasa cemas dapat diatasi/berkurang.

Kriteria :
- Pasien dapat menyatakan kecemasan yang dirasakan
.- Pasien dapat beristirahat dengan tenang
.- Tensi dan Nadi dalam batas normal.
- Ekspresi wajah ceria/rileks. - Berikan dorongan terhadap tiap-tiap proses kehilangan status kesehatan yang timbul
.- Berikan privacy dan lingkungan yang nyaman
.- Batasi staf perawat/petugas kesehatan yang menangani pasien.
- Observasi bahasa non verbal dan bahasa verbal dari gejala-gejala kecemasan
.- Temani pasien bila gejala-gejala kecemasan timbul
.- Berikan kesempatan bagi pasien untuk mengekspresikan perasaannya .
- Hindari konfrontasi dengan pasien.
- Berikan informasi tentang program pengobatan dan hal-hal lain yang mencemaskan pasien.
- Lakukan intervensi keperawatan dengan hati-hati dan lakukan komunikasi terapeutik.
- berikan dorongan pada pasien bila sudah dapat merawat diri sendiri untuk meningkatkan harga dirinya sesuai dengan kondisi penyakit
.- Hargai setiap pendapat dan keputusan pasien.pengobatan dan hal-hal lain yang mencemaskan pasien

.- Lakukan intervensi keperawatan dengan hati-hati dan lakukan komunikasi terapeutik.
- Anjurkan pasien istirahat sesuai dengan yang diprogramkan
.- Berikan dorongan pada pasien bila
- Untuk mengurangi rasa cemas
- privacy dan lingkungan yang nyaman dapat mengurangi rasa cemas.
- Untuk dapat lebih memberikan ketenangan.
- Untuk mendeteksi dini terhadap masalah
- Untuk mengurangi rasa cemas
- Kemampuan pemecahan masalah pasien meningkat bila lingkungan nyaman dan mendukung diberikan.
- Untuk mengurangi ketegangan pasien
- Informasi yang diberikan dapat membantu mengurangi kecemasan/ansietas
- Untuk menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan
- Untuk mengurangi ketegangan dan kecemasan pasien
- Untuk mengurangi ketergantungan pasien
- Untuk meningkatkan harga diri pasien. Pasien
- Untuk meningkatkan harga diri pasien.
Kurangnya pengetahuan tentang sifat penyakit, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan berhubungan dengan kurangnya informasi yang akurat pada klien.

Data Penunjang :
Ds:- Pasien menyatakan belum memahami tentang sifat penyakit, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan.
- Pasien bertanya-tanya tentang sifat penyakit, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan. Tujuan :Pengetahuan pasien tentang sifat penyakit, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan meningkat

Kriteria- Pasien dapat menjelaskan kembali tentang sifat penyakit, tujuan tindakan yang diprogramkan dan pemeriksaan diagnostik.- Pasien tidak bertanya lagi tentang sifat penyakit, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan - Kaji tingkat pengetahuan pasien dan keluarga tentang sifat penyakit, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan.
- Berikan penjelasan tentang sifat penyakit, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan.
- Berikan kesempatan pasien dan keluarga untuk mengekspresikan perasaannya dan mengajukan pertanyaan terhadap hal-hal yang belum dipahami.
- Diskusikan pentingnya banyak minum air putih 3 – 4 liter perhari selama tidak ada kontra indikasi.
- Batasi aktifitas fisik yang berat.
-Pengetahuan membantu mengembangkan kepatuhan pasien dan keluarga terhadap rencana terapeutik
- Untuk menambah pengetahuan pasien
- Meningkatkan kemampuan pasien untuk memecahkan masalah
- Untuk menambah pengetahuan pasien bahwa cairan dapat membantu pembersihan ginjal
- Untuk mencegah kekambuhan Hernia yang juga dideritanya
Resiko tinggi terhadap Infeksi Saluran Kencing berhubungan dengan pemasangan Dower Cateter yang lam Tujuan :Infeksi dapat dicecahKriteria hasil :- Mencapai waktu operasi tidak mengalami tanda infeks - Pertahankan sistem kateter steril, Berikan betadine pada kateter dan ujung uretra kemudian tutup dengan kasa- Observasi tanda dan gejala Infeksi Saluran Kencing - Kolaborasi dengan dokter untuk penggantian Dower Kateter atau pemberian obat Antibiotika - Mencegah masuknya bakteri dan infeksi/sepsis lanjutan
- Mendeteksi infeksi sejak dini
- Untuk mengurangi kemungkinan reseko Infeksi Saluran Kencing


IV. IMPLEMENTASI/TINDAKAN KEPERAWATAN
TGL. JAM TINDAKAN KEPERAWATAN NAMA PERAWAT / MAHASISWA
2 April 2002 18.00 WIB - Memberikan dorongan terhadap tiap-tiap proses kehilangan status kesehatan yang timbul.
- Memberikan privacy dan lingkungan yang nyaman.
- Membatasi staf perawat/petugas kesehatan yang menangani pasien.
- Mengobservasi bahasa non verbal dan bahasa verbal dari gejala-gejala kecemasan.
- Menemani pasien bila gejala-gejala kecemasan timbul.
- Memberikan kesempatan bagi pasien untuk mengekspresikan perasaannya .
- Menghindari konfrontasi dengan pasien.
- Memberikan informasi tentang program pengobatan dan hal-hal lain yang mencemaskan pasien.
- Melakukan intervensi keperawatan dengan hati-hati dan lakukan komunikasi terapeutik.
- Menganjurkan pasien istirahat sesuai dengan yang diprogramkan.
- Memberikan dorongan pada pasien bila sudah dapat merawat diri sendiri untuk meningkatkan harga dirinya sesuai dengan kondisi penyakit.
- Menghargai setiap pendapat dan keputusan pasien. TTD























3 April 2002 10.00 WIB - Mengkaji tingkat pengetahuan pasien dan keluarga tentang sifat penyakit, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan.
- Memberikan penjelasan tentang sifat penyakit, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan.
- Memberikan kesempatan pasien dan keluarga untuk mengekspresikan perasaannya dan mengajukan pertanyaan terhadap hal-hal yang belum dipahami.
- Mendiskusikan pentingnya banyak minum air putih 3 – 4 liter perhari selama tidak ada kontra indikasi.
- Membatasi aktifitas fisik yang berat. TTD
4 April 2002 10.00 WIB - Mempertahankan sistem kateter steril, memberikan betadine pada kateter dan ujung uretra kemudian tutup dengan kasa
- Mengobservasi tanda dan gejala Infeksi Saluran Kencing
- Mengkolaborasi dengan dokter untuk penggantian Dower Kateter atau pemberian obat Antibiotika TTD



V. EVALUASI
TGL. DIAGNOSA KEPERAWATAN EVALUASI NAMA PERAWAT / MAHASISWA
2 April 2002 Kecemasan berhubungan dengan rencana pembedahan dan kehilangan status kesehatan. Rasa cemas dapat diatasi/berkurang.
Kriteria :
- Pasien dapat menyatakan kecemasan yang dirasakan.
- Pasien dapat beristirahat dengan tenang.
- Tensi dan Nadi dalam batas normal.
- Ekspresi wajah ceria/rileks TTD
3 April 2002 Kurangnya pengetahuan tentang sifat penyakit, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan berhubungan dengan kurangnya informasi yang akurat pada klien Pengetahuan pasien tentang sifat penyakit, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan.meningkat Kriteria:
- Pasien dapat menjelaskan kembali tentang sifat penyakit, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan.
- Pasien tidak bertanya lagi tentang sifat penyakit, pemeriksaan diagnostik dan tujuan tindakan yang diprogramkan. TTD

4 April 2002 Resiko tinggi terhadap Infeksi Saluran Kencing berhubungan dengan pemasangan Dower Cateter yang lama Infeksi dapat dicecah
Kriteria hasil :
- Mencapai waktu operasi tidak mengalami tanda infeksi. TTD

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar